RSS

kisah selingkuh

Esoknya keadaanku, tak berubah.
Aku terus berpura-pura tak tahu
apa apa. Berhari-hari, selanjutnya
setiap kali aku bercinta, anehnya
aku malah terus membayangkan
melihat istriku bercinta dengan
pak Ganda.
Di kantor aku jadi lebih pendiam,
aku merasa ada yang berubah
pada diriku. Sekarang ini aku
malah sering horny,
membayangkan istriku bercinta
dengan orang lain, dangan siapa
saja, bahkan dengan dua atau
tiga pria.
Kadang, aku berpikir untuk
menceraikannya, Tapi tidak, aku
mencintainya, aku tak bisa
kehilangannya. Aku harus
mengakui, aku juga sering
jajanan di luar tanpa
sepengetahuan istriKu. Tapi
bagaimana ini. Aku mau istriku
berkata jujur padaKu tapi apa
mungkin.
Suatu saat weekend aku
berbicara dengan Sherly, aku
bertanya”Sayang, kanapa sih, koq
kamu mau menikah
denganKu..?”.”Ah Mas gimana sih,
yah saya sangat mencintai Mas…”.
Aku tersenyum dan membelai
rambutnya yang hitam terurai.
Aku menatap istriku, cantik sekali
dia.
Lalu aku berkata, “eh kamu kenal
sama si Gatot kan”. Lalu Sherly
berkata “iyah, kenal teman
sekantor kamu yang ganteng itu
kan…”.
“iyah, benar, dia itu sering
nanyain kamu loh, dia itu tergila
gila sama kamu..” kataKu.
“Masa sih mas…” kata Sherly
bersemangat.
“Iyah, benar” kataKu. Sherly diam.
“Eh mau gak, kalo misalnya kamu
selingkuh dengan dia….
“kataKu tiba tiba, yang aku sendiri
tak berpikir seperti itu.
Aku sendiri tak sadar, mengapa
mulutku sampai keluar kata-kata
itu.
“Ahh.. Mas gila yah ,.. masak istri
sendiri di suruh selingkuh sama
teman sendiri..”,katanya marah.
Dalam hati aku berkata”dasar
munafik….”. Tanpa aku sadari
membicarakan ini malah
membuatKu birahi.
Aku mencari cara, aku memaikan
kata kata. Aku berkata, “Sherly,
aku kan suruh kamu main dengan
nya, bukan menikahinya, kalau
aku suruh kamu menikah itu
namanya selingkuh, kan cuma
begituan doang sih…”.
Dia menatapku, lalu berkata, “jadi,
kalau aku main sama lelaki lain, itu
bukan selingkuh, Mas gak
marah…?”
Arah pembicaraan makin
mendekat ke sasaran. Aku
berkata, “selama aku tahu ,kamu
main sama siapa, dan aku bisa
melihatnya, ok ok saja buatKu..”.
“ha.. Yang bener Mas, Mas gak
marah…?”, tanyanya makin
penasaran.
“engak, kalo marah buat apa aku
tawari kamu main sama Gatot…”,
kataKu.
“tapi, tapi… Mas…”, kata Sherly.
aku berkata “tapi..apa…
sayang…..”.
“Tapi mana mungkin cowok
selingkuhanKu mau di liatin sama
Mas, kalo lagi main sama aku….”,
Katanya. Ha, kena loh, tanpa sadar
dia mengakui punya cowok
selingkuhan.
Aku berkata, “Mau, asal kamu
bilang siapa nama cowok
selingkuhan kamu..”. Langsung
muka Sherly merah padam,
“eh.. Aku… aku tak punya cowok
selingkuhan…”. Aku tak mau
membuatnya tak enak suasana
hatinya.
Aku langsung merubah arah
pembicaraan, “Nah, kalau Gatot
itu mau, gimana ” kataKu. Sherly
Diam, “Ohhh…”, katanya
kemudian.
Aku berkata lagi, “Nah jadi mau
gak main sama Gatot…?”.”Ah..
egak..Mas gila yah…”, katanya.
Kesabaranku habis, lalu aku
berkata, “masa sih kamu cuma
mau main sama Pak Ganda…”.
“Mas.. Apa apa menuduhku sama
Pak Ganda…” katanya tak
mengakui.
Aku menceritakan semuanya.
Sherly menunduk dan menangis.
“Mas, baiklah aku salah, aku siap
kamu cerai Kan…”.
Aku mencium keningnya, “Sayang,
mana mungkin aku menceraikan
kamu, kamu tahu aku sangat
mencintaimu, aku tak bisa hidup
tanpamu…” kataKu.
Sherly tetap menunduk dan
menangis, entah apa yang
dipikirnya. Aku berkata lagi, “Aku
kan sudah bilang, kamu kan cuma
main sama Pak Ganda, tapi kau
tak cintainya Kan, Kamu tetap
cinta sama saya kan sayang…?”.
Sherly menjawab terbata-bata,
“Iya, Mas saya masih tetap
mencintai Mas…”.
Aku mencium keningnya lagi,
“maaf sayang, aku telah
membuatMu menangis..”. Lalu aku
menceritakan semuanya.
“Mas, jadi Mas malah nafsu,
melihat saya di main sama Pak
Ganda…?”, katanya.
“Iya, benar aku tak bohong, itu
sebabnya aku mau melihat kamu
main sama Gatot, tapi kalau kamu
tak mau, yah sama siapa deh yang
kamu suka…”, kataKu lagi.
Pembicaraan kita makin terbuka,
Sherly mulai berani berkata blak-
blakan.
“Bener yah Mas, tidak marah,
tidak cemburu dan tidak
menceraikan saya…janji..”,
katanya.
Aku bilang janji.
Lalu Sherly berkata, “gimana sama
Pak Ganda lagi…”.”T api dia tak
akan mau kalau aku tontonin”,
kataKu. Sherly berkata dengan
genitnya, “Mas ngitip aja…”.
Setelah berpikir untung rugi, aku
setuju, lagian ini kan pertama kali
dia selingkuh dengan izin
suaminya, jadi biarlah dia yang
lead the game, pikirKu.
Pas ini week end. Aku lalu
menyewa villa. Aku cari yang
kamarnya dua. Dan aku
mendapatkannya. Karena Villa itu
Villa tua dinding terbuat dari kayu.
Sudah banyak yang berlubang.
Jadi dari kamar sebelah aku bisa
melihat jelas seluruh kamar yang
akan di pakai Sherly.
Aku mengatur, Supaya Sherly
mengudangnya datang ke Villa.
Dan dasar Pak Ganda juga
mupeng, walaupun sedang
beristirahat, sama anak dan
istrinya mau juga datang.
Akhirnya mobil pak ganda tiba,
dan dia langsung masuk ke Villa
itu.
“Sayang, maaf yah aku tak bisa
lama lama, istriku menunggu.. tapi
aku akan membuat kamu puas
deh..” katanya.
Sherly pun berkata, “iyah, Mas aku
juga, paling 2 jam lagi Mas Joko
balik, dari kolam pemancingan..
jadi kita cepat saja yah..”.
Lalu mereka masuk ke kamar. Aku
menanti dengan deg.. deg..kan.
Pak Ganda segera melepas
seluruh pakaian, tinggal kolor
hitannya. Aku bisa melihat di balik
kolornya sudah menyembul
penisnya yang ngaceng itu. Aku
terus memperhatikannya, Lalu Dia
menghapiri istriKu dan menjilati
leher istriKu. Istriku mendesah
desah. Lalu Pak ganda mulai
membuka baju atasanNya. lalu
Branya. Dan mulai menjilati
teteknya.
Sherly mengelijing. Aku
melihatnya dengan menahan
nafsuKu. Sherly mendesah desah,
tak peduli padahal dia tahu
suaminya sedang mengintip. Pak
Ganda dengan lahapnya terus
menjilati buah dada ranum istriKu.
Pentilnya juga di sedot-sedot.
Sherly makin mengelijing. Aku
bisa jelas melihat putting istriku
makin mengacung, yang
menandakan dia horny berat, dan
aku yakin vaginanya sudah banjir.
Lalu aku melihat, tangan Pak
Ganda mulai menyusup masuk ke
rok mini istriKu. Sherly
mengelijing, “Ahhhhsss.Mas, ahhh
Sherly jadi gatel nih”. Pak Ganda
melepas rok mininya. Lalu jarinya
kembali ,bermain di
selangkangannya.
Aku benar benar penasaran.
kontolku ngaceng sekali. Aku
mengambil HP Ku. Lalu aku SMS
dia. Aku suruh dia ke kamar
sebelah sebentar.
Setelah Sherly membaca SMS ku,
lalu dia berkata, “Maaf, mas aku ke
WC dulu, perutku tiba tiba sakit..”.
Tanpa banyak berkata istriku,
meninggalkan Pak Ganda
sebentar. Sherly masuk ke kamar.
Aku langsung melumat bibirnya.
Aku Nafsu sekali. Lalu
menyelipkan tanganKu ke celana
dalamnya. Aku meraba vaginanya,
Wah vaginanya benar-benar
basah.
Aku lalu menyuruhnya kembali ke
kamar sebelah. Karena aku
melihat Pak Ganda mulai gelisah.
Dan Begitu melihat Sherly kembali
langsung dia memeluknya lagi.
“Sayang isepin kontolKu dong..”
katanya. Pak Ganda melepas
kolornya, dan berbaring di
ranjang. Lalu Istriku memegang
penisnya dengan nafsu. Lalu
mengulumnya. Kepala Sherly
kemudian ,mulai naik turun.
Pak Ganda, mendesah keenakan.
Dan IstriKu terlihat begitu nafsu
menyedot penis hitam dan besar
milik Pak Ganda. Aku melihatnya
dengan penisKu yang mengaceng
tegang. Lama aku melihatnya,
sampai Pak Ganda berkata, “Ahh..
Aku sudah gak tahan…”. Lalu Dia
merebahKan IstriKu, melepas
celana dalamnya.
“Mas, jilatin dulu dong, itil Sherly,
gatel nih…”, Kata Sherly.
Pak Ganda tersenyum, ”Oh mau
yah”, Pak Ganda mulai menjilati
vagina istriKu. Dan IstriKu
mengeliat geliat ke enakan.
“Ohhh terus Mas terus gatel
banget nih itilnya terus…”. Dan
Pak Ganda, makin Asik terlihat
menjilati vagina istriKu.
Aku menurunkan resleting
celanaKu, dan membiarkan
penisku mengantung
bebas.Sambil perlahan aku
memegang batang penisku
sendiri.
Sherly makin mendesah desah,
“Ahhh.. terus terus, aku hampir
keluar nih…”. Pak Ganda masih
menjilatinya. Dan, “Ahhh aku
keluar…..”. Istriku mengelepar.
dan kejang. Pak Ganda yang
sudah tak tahan, langsung
memasukan penisnya.
“Auww, pelan pelan Mas..”, kata
Sherly.
Dan Pak Ganda mengoyang.
Membuat IstriKu menjerit jerit
mengila.
“Aww ohh ngilu ohh”.
Pak Ganda terus mengoyangnya.
Aku melihat dari belakang buah
zakarnya bergoyang-goyang.
Terus mengoyang IstriKu. Dan
IstriKu tampak mengelijing, dan
mengeram.
“Ahh, Mas terus, terus…mas…”,
Kata istriku tak malu malu.
Kira kira 10 menit lamanya, vagina
istriKu diblender penis besar pak
Ganda ,dan,
“OHHH….. Aku keluar..Shreely….”.
Tampak pak Ganda,
membenamkan penisnya dalam-
dalam, di liang istriku. Perlahan
Pak Ganda mencabut penisnya.
Terlihat lelehan spermanya keluar
dari lobang vagina istriku.
“Mas, sudah mas pergi, nanti
suami ku kembali loh, “kata
istriku. Lalu pak Ganda segera,
berpakaian, Dia segera pergi.
Sedangkan aku segera ke kamar
istriKu Istriku masih terbaring
lemas di ranjang.
Aku menatap vaginanya yang
membengkak, dan di penuhi
sperma pak Ganda.
“Wahh, Kamu puas gak sayang…”,
kataKu. Sherly tak menjawab, tapi
tersenyum.
Aku membuka celanaKu, dan
penisKu yang ngaceng itu, aku
sodorkan di mulutnya.
“Sayang, sedotin yang enak yah,
kaya tadi kamu nyedotin kontol
pak Ganda…”. IstriKu tersenyum,
lalu menyedot penisKu.
Dia menyedotnya nafsu sekali.
Nah ini baru istriku, kataKu dalam
hati. Istriku terus menyedot
penisKu. Ini luar biasa, baru kali
ini, istriku meyedot penisku
dengan begitu nafsu.
PenisKu dikocok, dijilat dan
disedot. Nafsu birahi yang aku
tahan dari tadi Akhirnya terlepas.
Aku keluar, spermaku muncrat
membasahi mulutnya. Rasa
nikmat ini luar biasa…
“Sayang, aku nikmat sekali…”,
kataKu sambil mencium
keningnya.
Setelah beberapa saat, penisKu
kembali bangun. Aku berkata,
“Sayang, mas mau entot kamu
boleh gak ?”
“Ah Mas, setiap saat, kapan mau
mau”, kata istriku.
Istriku bangkit, “Mas saya cuci
dulu yah”.
Aku menarik tangannya, tak usah
sayang, aku mulai memasukan
penisKu. Tanpa merasa jijik oleh
sperma pak Ganda yang masih
belepotan di vagina istriKu.. Sherly
mendesah”Ahh, Iya h… terus, aku
enak, Mas… terus…”.
Aku terus mengoyangnya. Dan
Sherly terus mendesah desah,
“Ahhh teruss enak…enak…”,
katanya.
Aku terus mengoyangnya. kira
kira 5 manit, Sherly mengejang,
“Mas, aku kelurrr…”. Tubuhnya
kejang, dan mengelijing…. Wah
baru kali ini Dia mencapai
orgasme dengan cepat, ketika aku
bercinta dengannya
Aku bertahan, diam sesaat,
membirakan istriku menikmati
orgasmenya, lalu kembali
mengoyangnya. Dengan ritme
yang lembut, dan perlahan ritme
itu aku naikkan. Aku memcoba
bertahan, aku ingin dia orgasme
kembali.
Setiap kali aku sudah mendekati
puncakku, aku diam sebentar, dan
bergerak lagi, sampai kembali
Sherly mencapai titik puncaknya.
Kembali Sherly mengejang. Dan
aku pun juga menyemburkan
benihKu dalam lobangnya.
Sherly memelukKu.. “Mas, tadi itu
aku nikmat sekali…” Katanya.
Aku tersenyum, aku tahu kataKu
dalam hati.
“Mas, benarkan mas tak akan
menceraikan Ku”. katanya. Aku
tersenyum saja. Sherly menatapku,
ada keraguan di hatinya.
“Mas, kalau mas mau menceraikan
saya, saya rela”, katanya.
Aku mencium keningnya.
“Sayang, kamu itu wanita yang
perfect buatku, aku sangat
mencintaimu, we will be together
forever and ever, till death do us
part”.
Aku tertidur pulas, tak ada rasa
cemburu, tak ada rasa amarah.
Yang ada hanya rasa puas.
Hari hari, selanjutnya Istriku
malah jujur samaKu. Dia berjanji
tak mau lagi main sama cowok
lain tanpaKu. Jika hasrat, sexnya
meninggi dan lagi sangat mood,
dia memintaKu ,untuk main
seperti itu.
“Sayang, masa sih, Ganda terus,
memang engak ada cowok lain..
Aku aja bosen, masa kamu engak
bosen sih… coba kontoll lain
dong…”, kataKu.
Sherly berkata, “engak ada mas,
benar, selingkuhan ku cuma
Ganda…”
Aku diam. Lalu istriKu berkata,
“Ayo dong Mas, atur supaya aku
bisa main sama Ganda, lalu nanti
baru kita ngentot, lagi pengen
nih..”.
“Gimana kalau dengan Si Gatot..”,
kataKu.
“Aku kan ngak gitu kenal, Mas
engak enak…”, katanya ragu.
“Iyah, tapi kan bisa aja kenalan
dulu.. emang kamu tak suka.”,
kataKu lagi.
“Bukannya tak suka, aku sih suka,
tapi nanti dianya yang gak suka
sama aku…”.
“Aku kan pernah bilang Gatot itu
tergila gila padamu..”. IstriKu
diam.
“Gimana aku atur yah, main
bertiga sama Gatot,… kaya di
bokep gitu…”.
“Ihh… Mas..ah… terserah mas
deh…”, kata istrikKu lagi.
Akhirnya aku menelpon Gatot
temanKu, aku atur. Aku suruh dia
Booking hotel dan langsung
menunggu di Kamar. Gatot sudah
Ok. Lalu aku menyuruh IstriKu
berpakaian sesexy mungkin.
IstriKu memakai baju terusan.
Baju itu pendek. 10 cm di atas
lututnya. Aku yang melihatnya saja
nafsu.
Sesampainya, Gatot langsung
menyalami istriKu.
“Wah sexy sekali kamu Sherly”,
katanya.
Aku lalu berbisik, “tuh, kan kamu
tak percaya…”.
Lalu aku berkata, “Gatot kamu
cumbui dulu Sherrly yah, yang
mesra..”, kataKu. Lalu Gatot
membawa Sherly duduk di
ranjang. Sherly Agak canggung,
mungkin baru kenal Gatot. Lalu
Gatot segera, membelai belai
rambutnya, “rambut halus
sekali…”. Dan Gatot melumat
bibirnya. Istriku pun tak menolak
dan membalasnya.
Mereka saling berciuman. Tangan
Gatot perlahan mulai bergerilya
meraba buah dadanya. Sherly,
mendesah pelan, “Asshhh…
ahhh……”. Sherly tidak memakai
BH. Aku sengaja memang. Tadi
aku melepas BHnya di mobil.
Karena Gatot merasa Sherly tak
memakai BH maka Gatot tampak
semakin nafsu. Dan dia meraba
raba bukit kembar istriKu dengan
nafsu. Dan Sherly pun makin
mendesah,
”asshh….ahhh….ahh….”.
Sambil bibir mereka tetap
menempel, tangan Gatot
menyusup masuk ke baju Istriku.
Sherly pun mengelijing,
“ahhhss….ahhh….ahh…..”. Aku
makin konak, penisku rasanya
mau mencuat keluar.
Sherly tampaknya sudah bisa
menerima Gatot. Lalu perlahan
Gatot melepas pakaiannya. Lalu
mulai melumat buah dada istriku
penuh nafsu.
Sherly mengelijing dan mendesah
kenikmatan, “ahhhh….ashh….hh….
Ahhh… Mas Gatot.. Aku nafsu nih
jadinya…”.
Gatot menyedot nyedot pentilnya.
Pentil istriKu tampak keras dan
tegang. Aku lalu mendekat dan
duduk di sebelah istriKu.
Aku membuka lebar kakinya. Aku
raba selangkangan celana
dalamnya. Celana dalamnya mulai
basah. Aku tak mau keduluan
Gatot. Aku membuka celana dalam
istriKu. Aku jilati itilnya. Sherly
menjerit kenikmatan, “AHHH. Mas
Enak, itilnya dong aduh Gatell…”.
Tangannya memegang kepalaKu
dan di tekan ke vaginanya.
Sedang Gatot terus memainkan
buah dadanya.
Aku terus memainkan klitorisnya
dengan lidahKu. Lobang
vaginanya aku sodok dengan
jariKu. Berlendir sekali. dan
sebentar saja istriKu mengejang,
“Mas… aku tak kuat, ahh udah
gatel banget”. Dia mencapai
orgasme dengan dasyat.
Aku melepaskannya. Juga Gatot.
IstriKu tergeletak ngos-ngosan.
“Gatot, gantian jilati memeknya”,
kataKu.
Lidah gatot langsung bermain di
memeknya. Sherly mengelijing
kembali.
“Ahhh… udah, ngilu Mas.. Ahh…
entot aja entottt.. Aku….”,
pintanya.
Tapi Gatot terus menjilatnya. Tak
peduli istriku meronta. Gatot
menahan paha istriku ,dan terus
membiarkan lidahnya menari di
klitoris istriku, sampai istriku
kembali kejang lagi. Dia orgasme
lagi.
Lalu Gatot membuka pakaiannya,
penisnya ternyata lumayan besar.
Gatot mengarahkan penisnya ke
mulut istriku. Sherly langsung
melahap kontol itu, dengan nasfu
sekali. Menyedotnya. Tapi itu tak
lama, rasanya Gatot sudah tak
sabar, ingin mencicip vagina
istriKu.
Lalu perlahan penisnya di tekan
masuk liang sagama istriKu.
“Ahh ,pelan pelan mas ”, desah
istriKu. Dan Gatot pun mulai
goyang. IstriKu mulai mendesah
desah dalam kenikmatannya.
Aku membelai-belai rambut
istriku. Mencium bibirnya
nafsu.”Enak tidak sayang kontol
Gatot…” kataKu.
“Enak, ahh…ahh… enak… kontol
mas Gatot enak…”, Katanya. Kata
katanya menbuat Gatot makin
nafsu. Gatot lalu me*******nya
makin cepat, dan menekan makin
dalam.
“Ahhh.. gila… terus….. Aku gatel
aku gatel banget mas.”.
Aku membuka celanaKu. Aku
sodorkan penisku ke mulut
istriku. Dan Sherly mengemot
penisKu nafsu sekali. Yah baru kali
ini Sherly mendapat pengalaman
ini, saat dia main dengan cowok
lain, dan mulutnya mengulum
penis suaminya. Seperti di film
bokep.
Gatot terus mengocok penisnya
dalam lobang vagina Sherly. Dan
istriku pun makin nafsu
mengemot penisKu.
Kemudian Sherly meleguh,
“Auuuwwa, Maas aku keluarrr…”
Tubuhnya kejet kejet. Dan
melepas penisku dari mulutnya.
Aku mengocok penis yang sedang
tanggung Ku dan Sroottt..
spermaKu memuncrat keluar. Dan
Gatot mempercepat irama
gerakan penisnya. Istriku
mengeliat seperti penari ular.
“ahhh…ohh…..”, lalu Gatot
menembakan spermanya dalam
lobang vagina istriku.
Kami bertiga sama sama lelah.
Kami beristirahat, sambil makan.
Sambil bercanda dan berbincang
bincang. Istriku, sudah bisa
menerima Gatot. Dan dari cara
bercandanya pun tak jauh dari
hal-hal porno.
Kami mulai menjadi horny
kembali. Gatot yang sudah mulai
horny. Sambil duduk di sofa dia
memperlihatkan penis besarnya
mengacung. IstriKu menatapKu,
seperti minta izin sama aku. Aku
berkata, “Sedot deh…”
Istriku menungging dan
mengemot penis Gatot yang
duduk di sofa.
Melihatnya penisku juga ikut
ngaceng. Pantat istriKu yang
menunging indah sekali aku
menghapirinya, aku melebarkan
kakinya, aku meraba vaginanya
yang basah. Dengan menunduk
aku membelah pantanya, menjilati
klitorisnyanya. IstriKu mengelijing
dan melepaskan penis Gatot dari
mulutnya
“Oahhh…ahhhhh…”
Gatot bertata”kenapa sayang…”.
“oh…Ashshh… itilku jadi gatel.. di
jilati suami Ku… ohh Masss…”,
desah istriku dengan genit.
Aku terus menjilati klitorislnya.
Dan Sherly mengelijing dan terus
mengemot penis Gatot. Aku terus
menjilati klitorisnya yang semakin
membesar karena nafsu.
Sherly tetap asik mengemot dan
menjilati penis Gatot. Lalu aku
mulai mengesek kepala penisKu
ke belahan istriku dari belakang
istriku. Dia mengelijing,
“Ahhh..ahhh masukin aja mas
masukin aja…”.
Aku tekan penisKu dalam posisi
istriku menunging. Terasa sekali
vaginanya menjepit erat penisKu.
Aku terus mengoyangnya, dan
Sherly menggelijing dan
mendesah desah…
”Ahhh, Mas.. terus.. tekan….”, dan
aku terus mengoyangnya dengan
nafsu. Kira-kira 10 menit, Sherrly
mengejang, “Ahhh, Mas aku
keluar….”, tubuhnya kejang.
Aku semakin nafsu, ada
kebanggan tersendiri buatku,
dapat membuat istriku orgasme.
Aku terus menggoyangnya,
sampai aku juga keluar. Dan Gatot
pun keluar. Kita sama-sama puas
hari itu.
Aku suka sekali, banyak yang
bilang aku gila, tapi tak peduli,
yang penting aku menikmatinya.
Sekarang, aku dan Istriku makin
terobsesi, untuk bermain dengan
cara ini.

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 6 September 2011 in istri selingkuh

 

Dusta

Dusta adalah perbuatan yang tidak benar dan merugikan yang di dustai

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 6 September 2011 in Uncategorized

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.